Senin, 14 Juli 2008

Al Imam Ibnu Qoyim Al Jauzia, membagi nikmat ini menjadi 2 yaitu:

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

Alhamdulillah kita bersyukur pada ALLAH SWT, diberikan oleh ALLAH hidayah diatas ISLAM ini,
kemudian diberikan hidayah ALLAH SWT, diatas sunnah Nabi Muhammad SAW

ini merupakan nikmat yang besar yang wajib kita syukuri

Al Imam Ibnu Qoyim Al Jauzia, menjelaskan didalam kitabnya
Tentang nikmat ini ada 2:

1. Ni'mat mutlaqoh(lepas, mutlaq)
nikmat yang menghubungkan kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu nikmat islam, nikmat sunnah karena sesungguhnya kebahagiaan dunia dan akhirat dibangun diatas 3 pilar utama, yang pertama adalah Islam, Sunnah, Affiyah(diselamatkan oleh ALLAH dari berbagai macam malapetaka, di dunia dan akhirat).

Dan nikmat islam dan sunnah ini merupakan nikmat yang ALLAH SWT memerintahkan kita untuk kita minta kepada ALLAH setiap hari dan ditunjuki diatas jalan orang-orang yang telah diberikan nikmat.

6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

(Al Faatihah : 6-7)


2. Nikmat Muqoyadah(terbatas)
seperti : nikmat sehat, nikmat kecukupan, nikmat diberikan pengaruh yang luas, diberikan banyak anak, diberikan istri yang cantik dan lainnya, ini nikmat yang sifatnya terbatas.

Dan nikmat ini diperoleh oleh orang mukmin dan orang kafir, orang ta’at dan orang jahat.

Jadi nikmat sehat, nikmat kecukupan, nikmat diberikan pengaruh yang luas, diberikan banyak anak, diberikan istri yang cantik, orang kafir juga mendapatkan nikmat ini, orang yang taat dapat orang yang maksiat dapat.

Tapi nikmat yang mutlaqoh ini khusus untuk orang-orang yang beriman,
Karena itu kalo kita mengkaji tentang islam, mengkaji tentang sunnah, kita pahami, kita yakini, kita amalkan, maka kita akan mendapatkan ketenangan, kita akan mendapatkan kebahagiaan.

Semakin kuat Sunnah dalam hati kita, semakin kita bergembira dengan nikmat itu, sebagaimana ALLAH berfirman:

58. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
(Yunus:58)

Kata imam Ibnu Qoyim,
Perkataan ulama salaf tentang karunia Allah dan rahmat-Nya berkisar maknanya yaitu tentang Islam dan Sunnah.

Hidupnya hati ini, tergantung dari Islam dan Sunnah,
Semakin kuat sunnah itu, islam dan sunnah dalam hati seseorang, maka dia semakin bergembira dengan nikmat Allah SWT, maka dari itu kegembiraan dengan nikmat Islam ini merupakan sunnah, artinya kita bergembira dengan diberikan hidayah oleh Allah diatas sunnah Nabi Muhammad SAW.

Coretan ta’lim ku

Wallahu a’lam bish showab.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: